TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR

RESENSI BUKU “TERUSLAH BODOH JANGAN PINTAR”

Judul                           : Teruslah Bodoh Jangan Pintar

Penulis                        : Tere Liye

Penerbit                      : PT Sabak Grip Nusantara

Tahun terbit               : 2024

Jumlah halaman       : 371 halaman

Genre                           : Fiksi Sosial, Drama Politik

ISBN                            : 978-623-88822-0-5

Ringkasan Isi

Teruslah Bodoh Jangan Pintar merupakan novel karya Tere Liye yang mengangkat tema perjuangan melawan ketidakadilan yang berkaitan dengan penyalahgunaan kekuasaan, korupsi, dan kerusakan lingkungan. Judul “Teruslah Bodoh Jangan Pintar” sendiri dipilih sebagai frasa sindiran terhadap orang-orang yang memilih tidak peduli terhadap keadaan di sekitarnya. Dalam novel ini, penulis mengajak pembaca untuk tetap berani membela kebenaran, menjaga integritas, dan peduli terhadap ketidakadilan yang terjadi di masyarakat.

Novel ini mengisahkan tentang aktivis yang berjuang dalam mempertahankan keadilan dan kebenaran yang ada. Cerita ini dimulai di ruangan sidang berukuran 3 kali 6 meter. Dimana saudara saksi bernama Ahmad sedang dimintai kesaksian berupa dampak negatif yang ditimbulkan dari pertambangan ilegal yang dibangun sebuah perusahaan PT Semesta Minerals & Mining kepada warga. Ahmad berusaha mengungkap fakta mengenai dampak buruk aktivitas pertambangan terhadap masyarakat melalui kesaksiannya di persidangan. Namun, kemunculan Rudi sebagai saksi dari pihak perusahaan muncul dengan keterangan yang bertentangan membuat jalannya persidangan semakin rumit.

Kesaksian yang diberikan oleh Rudi bertentangan dengan yang diberikan Ahmad sehingga pernyataan Ahmad dipertanyakan kebenarannya. Selain itu dalam kesaksian Rudi juga terdapat upaya untuk mengaburkan fakta yang ada, sehingga perusahaan yang membuat tambang ilegal yaitu PT Semesta Minerals & Mining dapat lepas tanggung jawab. Rudi dihadirkan oleh pengacara Hotman Cornelius sebagai saksi untuk mendukung pihak yang dibelanya yaitu perusahaan pengelola tambang ilegal. Setelah banyak bukti yang dihadirkan oleh Ahmad dalam mengungkapkan banyaknya dampak negatif tambang ilegal dalam sidang tersebut, sayangnya PT Semesta tidak serta-merta berhenti beroperasi. Hal ini dapat terjadi karena perusahaan didukung oleh jaringan kepentingan yang melibatkan pengusaha, aparat, dan pihak-pihak berpengaruh.

Kelebihan

  1. Mengangkat isu yang relevan saat ini dan sedang terjadi di Indonesia yaitu pembahasan mengenai korupsi, penyalahgunaan kekuasaan, dan kerusakan lingkungan, dan penegakan hukum.
  2. Mengandung kritik sosial yang kuat yang mengajak pembaca untuk dapat merenungkan diri serta berpikir kritis mengenai keadilan, integritas, dan dampak eksploitasi sumber daya alam terhadap sekitar.
  3. Bahasa mudah dipahami oleh berbagai kalangan pembaca tanpa mengurangi kedalaman pesan yang ingin disampaikan.
  4. Mengandung nilai moral berupa nilai kejujuran, keberanian, tanggung jawab, dan pentingnya mempertahankan kebenaran meskipun menghadapi tekanan.

Kekurangan

  1. Alur cerita yang maju mundur dan latar cerita yang berpindah pindah membuat beberapa pembaca kesulitan untuk berkonsentrasi dalam menikmati dan memahami isi dari novel tersebut.
  2. Banyak istilah hukum. Pembahasan mengenai persidangan dan proses hukum sering muncul sehingga pembaca yang tidak terbiasa dengan tema tersebut mungkin memerlukan konsentrasi lebih.
  3. Beberapa tokoh pendukung kurang dieksplorasi. Fokus cerita lebih banyak tertuju pada jalannya persidangan sehingga latar belakang dan perkembangan beberapa tokoh tidak dijelaskan secara mendalam.
  4. Akhir cerita tidak memberikan penyelesaian mutlak dimana akhir yang disajikan, merupakan ending terbuka dimana pembaca dipersilahkan untuk berimajinasi dan menebak sendiri akhir dari cerita tersebut. Novel tidak menampilkan kemenangan yang sepenuhnya berpihak pada tokoh protagonis.

 

Aulia Nazanina Azzahra