PEMBUNUHAN ZODIAK TOKYO

RESENSI BUKU “PEMBUNUHAN ZODIAK TOKYO”

Judul                           : Pembunuhan Zodiak Tokyo

Penulis                        : Soji Shimada

Penerbit                      : Gramedia Pustaka Utama

Tahun terbit               : 2020

Jumlah halaman       : 354 halaman

Genre                           : Misteri, Cerita Detektif

ISBN                             : 978-979-2285-918

Novel Pembunuhan Zodiak Tokyo merupakan novel asal Jepang yang karya Soji Shimada yang diterjemahkan ke Bahasa Indonesia. Novel ini merupakan novel yang memiliki genre crime, thriller, dan mystery. Menceritakan tentang 2 teman Kazumi si detektif amatir dan Kiyoshi si detektif partikelir. Di buku ini mereka melakukan pemecahan misteri pembunuhan zodiak tokyo yang sudah 40 tahun berlalu tepatnya terjadi pada tahun 1936 di Tokyo, Jepang.

Di awal halaman langsung disuguhi list tokoh yang akan muncul pada novel tersebut. Pertama kali membacanya sangat wow. Tidak berekspektasi bila tokohnya yang akan muncul sebanyak itu sekitar 10 lebih tokoh yang akan muncul. Namun, pemeran utamanya hanya Kazumi dan Kiyoshi. Mereka berdua mulai membahas mengenai surat wasiat Heikichi Umezawa mengenai pembunuhan zodiak tokyo yang sudah 40 tahun berselang belum juga terpecahkan misterinya.

Mereka berdua memutuskan untuk memecahkan misteri tersebut dan bertekad untuk menemukan siapa sebenarnya pelaku dari pembunuhan zodiak tokyo tersebut. Berdasarkan surat wasiat Heikichi, dialah yang membunuh eman putrinya sendiri demi fantasi gilanya untuk membuat Azoth yang dipercayai merupakan bentuk kesempurnaan dari wanita. Namun, Heikichi sendiri terlebih dahulu dibunuh sebelum melakukan rencananya yang ia tuliskan di surat wasiatnya.

Alur dari novel ini mungkin cenderung lambat tapi hal tersebut juga bisa menjadi poin plus karena itu dapat menjelaskan detail-detail yang ada dalam novel tersebut. Dimulai bagaimana hari Heikichi terbunuh yang disuguhi sketsa denah studio tempat dia dibunuh, silsilah keluarga Heikichi, sketsa bagian mutilasi pembunuhan enam putri Heikichi, dan masih banyak hal menarik.

Kelebihan dari novel ini terletak pada plot ceritanya yang bisa dibilang lumayan tidak terduga. Bila membaca novel ini memang harus benar-benar teliti. Karena setelah selesai membacanya saya baru menyadari detail-detail yang agak terlewatkan dari jangkauan saya. Patut diapresiasi bagaimana penulis menciptakan tulisan serapi dan sedetail ini. Tapi mungkin bagi sebagian orang merasa bosan di bab awal novel.

Menurut saya buku ini masih cukup menarik dan menantang untuk dibaca. Dengan gaya tulisan Soji Shimada yang kompleks, mendetail dan cukup untuk membuat membaca berkali-kali agar mendapatkan detail kecilnya. Saya merekomendasikan novel ini bagi penikmat novel dengan genre crime, thriller, dan mystery dan pembaca yang tertarik dengan novel pemecahan masalah seperti novel ini.

 

Amalia Aldanisa Miandasari