RUANG BUDAYA 2026

KETIKA BUDAYA MENJADI JEJAK: CERITA DI BALIK RUANG BUDAYA 2026

Gambar 1. Suasana Pameran

Suasana pameran Ruang Budaya 2026 yang mempertemukan pengunjung dengan beragam karya dan jejak budaya Nusantara. 

Ruang Budaya 2026 telah sukses dilaksanakan pada 15–16 September 2026 di Aula Gedung C, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Mengusung tema “Dari Bayang ke Aksara: Jejak Literasi Nusantara”, kegiatan ini menghadirkan perpaduan antara seni, budaya, literasi, serta kajian Ilmu Perpustakaan, Informasi, dan Kearsipan. Berbagai rangkaian kegiatan dikemas secara edukatif dan interaktif untuk memberikan pengalaman yang menarik bagi para pengunjung. Melalui kegiatan ini, Ruang Budaya 2026 menjadi ruang bagi mahasiswa dan masyarakat untuk mengenal, mengapresiasi, serta berinteraksi dengan kekayaan budaya Nusantara. 

Selama dua hari pelaksanaan, Ruang Budaya 2026 berhasil menarik 220 pengunjung yang hadir untuk menikmati berbagai karya dan instalasi yang telah disiapkan oleh panitia. Kegiatan ini mengajak pengunjung untuk melihat budaya tidak hanya sebagai sesuatu yang dapat diamati, tetapi juga sebagai sesuatu yang dapat dibaca, dipahami, dialami, dan ditinggalkan sebagai jejak. Salah satu bagian utama dalam pameran adalah penyajian 30 topeng dan kain batik aksara yang dilengkapi informasi mengenai latar belakang budaya, makna, dan keterkaitannya dengan tema pameran. Penataan ruang juga dirancang mengikuti alur cerita yang mengajak pengunjung menelusuri jejak budaya melalui simbol, seni, aksara, dan berbagai bentuk dokumentasi.

Ruang Budaya 2026 turut menghadirkan pengalaman interaktif yang memungkinkan pengunjung terlibat secara langsung dalam rangkaian kegiatan. Terdapat empat pojok interaktif, yaitu “Draw Your Face”, “Peta Nusantara”, “Kamu Tahu?”, dan “Surat untuk Nusantara”, yang dirancang untuk memperkuat pengalaman pengunjung selama berada di area pameran. Seluruh rangkaian tersebut dikemas melalui “Kelana Rupa”, yaitu paspor pengunjung yang digunakan untuk mengikuti berbagai aktivitas di setiap pojok interaktif. Setelah menyelesaikan seluruh rangkaian, pengunjung mendapatkan mini gift sebagai bentuk apresiasi atas partisipasi mereka dalam menjelajahi Ruang Budaya 2026. 

Gambar 2. Workshop “Rupa Nusantara”

Peserta mengikuti workshop melukis topeng “Rupa Nusantara” bersama Bapak Tri Handoyo selaku pemimpin Padepokan Seni Topeng Asmoro Bangun. 

Selain menghadirkan pameran, Ruang Budaya 2026 juga menyelenggarakan workshop melukis topeng “Rupa Nusantara” yang diikuti oleh 25 peserta. Workshop ini menghadirkan Bapak Tri Handoyo selaku pemimpin Padepokan Seni Topeng Asmoro Bangun untuk mendampingi peserta secara langsung selama proses melukis topeng. Peserta diajak mengenal sekaligus mengeksplorasi bentuk, motif, dan karakter topeng melalui proses kreatif yang dilakukan secara langsung. Kegiatan ini menjadi ruang pembelajaran bagi peserta untuk mengenal budaya sekaligus menuangkan pemahaman mereka melalui karya seni. 

Rangkaian Ruang Budaya 2026 juga mendapat perhatian dari pihak eksternal melalui liputan oleh tiga media, yaitu Times Indonesia, UB TV, dan Kanal 24. Liputan tersebut mencakup pelaksanaan pameran dan workshop sebagai bagian dari rangkaian kegiatan Ruang Budaya 2026. Kehadiran media turut memperluas jangkauan informasi mengenai kegiatan yang mengangkat budaya Nusantara melalui pendekatan seni, literasi, dan pengalaman interaktif. Melalui pemberitaan tersebut, Ruang Budaya 2026 dapat dikenal oleh masyarakat yang lebih luas sekaligus memperkenalkan kontribusi mahasiswa dalam menghadirkan ruang apresiasi dan edukasi budaya. 

Gambar 3. Dokumentasi Panitia

 Kebersamaan panitia Ruang Budaya 2026 dalam pelaksanaan rangkaian kegiatan pameran dan workshop.

Bagi panitia, terselenggaranya Ruang Budaya 2026 menjadi salah satu pencapaian setelah melalui berbagai proses persiapan hingga pelaksanaan. Mulai dari pengembangan konsep, penataan ruang, penyusunan informasi, hingga memastikan setiap rangkaian kegiatan berjalan dengan baik, seluruh proses tersebut diwujudkan dalam sebuah ruang yang dapat dikunjungi dan dinikmati bersama. Berbagai proses yang dilalui menjadi pengalaman berharga bagi panitia dalam mengembangkan sebuah gagasan hingga dapat hadir dalam bentuk kegiatan yang nyata. Ruang Budaya 2026 menjadi bukti bahwa sebuah gagasan yang dirancang dan dikerjakan bersama dapat diwujudkan menjadi pengalaman nyata melalui kerja sama, komitmen, dan proses yang berkelanjutan.