SCOPE 2026: Membahas BookTok dan Perubahan Budaya Membaca Generasi Muda di Era Digital
Gambar 1. Foto Bersama Tim Sabtu Membaca dalam rangka kegiatan SCOPE 2026
Budaya membaca terus mengalami perubahan seiring dengan berkembangnya teknologi dan penggunaan media sosial dalam kehidupan sehari-hari. Kehadiran berbagai platform digital membuat masyarakat memiliki cara baru dalam menemukan informasi, termasuk informasi mengenai buku dan bahan bacaan. Perubahan tersebut menjadi salah satu hal yang dibahas dalam kegiatan SCOPE (Study & Conversation on Policy and Events) 2026 yang diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan (HMPIP) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya pada Rabu, 19 Agustus 2026 di Pendopo Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Mengangkat tema “Cultivating Reading Culture in the Digital Age”, kegiatan ini menghadirkan Cak Pendek dan Kak Putri dari Tim Sabtu Membaca sebagai pemateri untuk membahas perkembangan budaya membaca di era digital serta berbagai faktor yang memengaruhi kebiasaan membaca generasi muda.
Salah satu fenomena yang berkaitan dengan perkembangan budaya membaca di media sosial adalah munculnya BookTok, yaitu komunitas dan konten mengenai buku yang berkembang di platform TikTok. BookTok memberikan ruang bagi pembaca untuk membagikan ulasan, rekomendasi, pengalaman membaca, maupun informasi mengenai berbagai jenis buku. Konten tersebut dapat membantu seseorang menemukan bacaan yang sebelumnya belum diketahui dan mendorong munculnya ketertarikan untuk membaca. Interaksi antarpengguna melalui komentar dan diskusi juga menciptakan ruang pertukaran informasi yang membuat aktivitas membaca terasa lebih dekat dengan kehidupan digital generasi muda.
Keberadaan BookTok juga membuka peluang untuk memperkenalkan jenis bacaan yang lebih beragam. Buku yang dibahas dapat berasal dari berbagai kategori, seperti sastra klasik, nonfiksi, buku lokal, karya penulis Indonesia, hingga buku akademik populer. Berdasarkan pembahasan mengenai kebiasaan generasi muda dalam mengakses informasi, media sosial cenderung digunakan sebagai sarana eksplorasi dan pencarian rekomendasi buku sebelum seseorang memutuskan untuk membaca lebih lanjut. Ulasan, ringkasan, komentar, sampul, kutipan, serta pengalaman pengguna lain dapat menumbuhkan rasa ingin tahu terhadap suatu buku.
Di sisi lain, penggunaan BookTok juga memiliki tantangan yang perlu diperhatikan. Rekomendasi yang muncul belum tentu sesuai dengan usia atau kebutuhan setiap pengguna. Perbedaan pendapat mengenai suatu buku juga dapat memengaruhi cara seseorang menilai bacaan sebelum membacanya secara langsung. Risiko spoiler menjadi persoalan lain karena informasi mengenai isi buku yang terlalu banyak dapat mengurangi rasa penasaran pembaca.
Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya literasi digital dalam mengikuti perkembangan budaya membaca melalui media sosial. Pengguna perlu mampu memilah informasi, memahami konteks suatu rekomendasi, serta mempertimbangkan berbagai pendapat sebelum menentukan bacaan. Kualitas konten mengenai buku juga dapat dikembangkan dengan membahas tema, karakter, konteks sosial, dan nilai yang terkandung dalam sebuah karya, bukan sekadar memberikan penilaian menarik atau tidaknya sebuah buku. Perluasan jenis bacaan dan kolaborasi antara kreator, penulis, penerbit, perpustakaan, serta pihak terkait juga dapat dilakukan untuk memperkenalkan lebih banyak pilihan bacaan kepada masyarakat.
Gambar 2. Sesi Penyampaian Materi oleh Tim Sabtu Membaca
Pembahasan tersebut sejalan dengan tujuan SCOPE 2026 sebagai ruang bagi mahasiswa Ilmu Perpustakaan untuk mengidentifikasi dan menganalisis isu aktual dari perspektif perpustakaan, informasi, dan kearsipan. Melalui kegiatan ini, mahasiswa diajak untuk melihat perubahan budaya membaca secara lebih kritis serta memahami peluang dan tantangan yang muncul dari perkembangan teknologi. Diskusi mengenai BookTok menjadi salah satu contoh bahwa media digital dapat dimanfaatkan untuk memperkenalkan buku dan membangun interaksi antarpembaca, selama pengguna tetap memiliki kemampuan dalam mengevaluasi informasi yang diterima.
Gambar 3. Sesi Focus Group Discussion (FGD)
Kegiatan SCOPE 2026 memberikan gambaran bahwa perkembangan teknologi membawa perubahan terhadap cara masyarakat menemukan dan berinteraksi dengan bahan bacaan. BookTok dapat menjadi salah satu ruang yang mendukung pengenalan buku dan pembentukan komunitas pembaca di era digital. Pemanfaatannya tetap membutuhkan literasi digital, keberagaman konten, serta keterlibatan berbagai pihak agar perkembangan budaya membaca dapat berjalan secara lebih positif dan relevan dengan kebutuhan generasi muda.


