VISUAL VENTURE 2026

Visual Venture 2026: Belajar Desain sebagai Media Komunikasi Visual bagi Mahasiswa

    Gambar 1 Sesi Dokumentasi Bersama 

Visual Venture merupakan salah satu program kerja Divisi Media dan Informasi Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan (HMPIP) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya yang berfokus pada pengembangan keterampilan mahasiswa di bidang desain grafis dan komunikasi visual. Workshop ini diselenggarakan sebagai wadah bagi mahasiswa untuk memahami pentingnya desain grafis sebagai media komunikasi yang tidak hanya menarik secara visual, tetapi juga mampu menyampaikan informasi secara efektif. Pada tahun 2026, Visual Venture mengangkat tema “Beyond Aesthetic: Desain sebagai Bahasa Visual dan Representasi Sikap dalam Menyuarakan Informasi”. Tema tersebut dipilih untuk mengajak peserta memahami bahwa desain tidak hanya berfungsi sebagai elemen estetika, tetapi juga memiliki peran penting dalam membentuk cara audiens menerima dan memahami sebuah pesan.

Kegiatan ini dilaksanakan pada Sabtu, 6 Juni 2026 di Gedung C Ruang Kelas C2.2 Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya dan diikuti oleh 50 peserta yang merupakan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Malang. Visual Venture 2026 menghadirkan Kak Nur Laili Alfianah sebagai pemateri utama. Kak Alfin merupakan seorang graphic designer dan content creator yang aktif berkecimpung di bidang desain visual, creator template untuk Canva Studio, serta Canvassador Indonesia. Selain itu, ia juga merupakan pendiri Jatim Canva Community yang menjadi wadah bagi para pengguna Canva di Jawa Timur untuk belajar dan berkembang bersama.

Rangkaian kegiatan diawali dengan registrasi peserta, pembukaan acara, serta sambutan dari Nayla Putri Rahmatulloh sebagai Ketua Pelaksana dan Maulidia Alfanda Sari sebagai Ketua Umum HMPIP 2026. Setelah itu, peserta mengikuti sesi pemaparan materi yang dibawakan oleh Kak Alfin mengenai desain grafis dan komunikasi visual, yang dipandu oleh MC Alodya Diva Widiyanto serta dimoderatori oleh Zalfa Qonita. Dalam sesi tersebut, peserta diajak memahami bagaimana desain dapat menjadi media komunikasi yang efektif melalui pemilihan warna, tata letak, tipografi, dan elemen visual lainnya. Selain membahas prinsip dasar desain, pemateri juga memperkenalkan berbagai metode pembuatan desain menggunakan Canva, mulai dari desain manual, penggunaan template, hingga pemanfaatan fitur berbasis kecerdasan buatan seperti Magic Design, Magic Write, dan Magic Media.

Gambar 2 Sesi Materi

Setelah sesi materi, kegiatan dilanjutkan dengan sesi tanya jawab dan diskusi yang berlangsung interaktif. Peserta mengajukan berbagai pertanyaan mengenai penggunaan Canva AI, cara menjaga orisinalitas desain, hingga strategi menghadapi kebuntuan ide saat proses kreatif berlangsung. Melalui sesi ini, peserta tidak hanya memperoleh jawaban dari pemateri, tetapi juga mendapatkan wawasan baru berdasarkan pengalaman yang dibagikan selama diskusi. Antusiasme peserta terlihat dari keterlibatan mereka dalam setiap pembahasan yang berlangsung selama workshop.

Sebelum memasuki sesi praktik, peserta dipandu oleh panitia untuk melakukan ice breaking untuk mencairkan suasana dan meningkatkan kembali semangat peserta setelah mengikuti rangkaian materi. Pada sesi praktik, peserta diminta membuat desain poster undangan menggunakan Canva berdasarkan template yang telah disediakan oleh pemateri. Peserta kemudian mengembangkan desain tersebut sesuai kreativitas masing-masing dengan mengatur warna, tipografi, tata letak, serta elemen visual lainnya agar menghasilkan desain yang menarik dan komunikatif. Melalui praktik langsung ini, peserta dapat menerapkan materi yang telah dipelajari sekaligus memahami proses pembuatan desain secara lebih mendalam. Hasil praktik berupa desain poster undangan menjadi bentuk implementasi nyata dari materi yang telah disampaikan selama workshop berlangsung. 

Gambar 3 Sesi Praktik

Setelah sesi praktik selesai, pemateri melakukan penilaian terhadap hasil desain poster undangan yang telah dibuat oleh peserta. Berdasarkan hasil penilaian tersebut, satu peserta dengan karya terbaik dan dua peserta yang aktif selama sesi diskusi dan tanya jawab juga mendapatkan apresiasi berupa hadiah. Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan penyerahan sertifikat kepada pemateri sebagai bentuk apresiasi atas ilmu dan pengalaman yang telah dibagikan selama workshop berlangsung. Acara ditutup dengan sesi dokumentasi dan foto bersama antara peserta, pemateri, serta panitia yang menjadi penanda berakhirnya rangkaian Visual Venture 2026.

Gambar 4 Penyerahan Sertifikat kepada Pemateri

Melalui Visual Venture 2026, peserta tidak hanya memperoleh pengetahuan mengenai dasar-dasar desain grafis, tetapi juga pengalaman langsung dalam mengembangkan karya visual yang mampu menyampaikan informasi secara efektif. Kegiatan ini menjadi ruang belajar bagi mahasiswa untuk meningkatkan kreativitas sekaligus kemampuan komunikasi visual yang relevan dengan kebutuhan di era digital. HMPIP FIA UB berharap Visual Venture dapat terus menjadi wadah pengembangan keterampilan yang bermanfaat bagi mahasiswa dan mendorong lahirnya karya-karya visual yang tidak hanya menarik secara estetika, tetapi juga memiliki nilai informatif bagi masyarakat.