Dalam materi berjudul “Dimensi Etika Pada Penggunaan Artificial Intelligence Profesi Informasi” yang dibawakan oleh Bapak Aswin Suharsono, menyoroti konteks profesi informasi, khususnya di bidang perpustakaan. Al telah membawa perubahan revolusioner. Sistem ini mampu menganalisis preferensi pembaca dan memberikan rekomendasi buku yang sesuai dengan minat mereka. Namun, di balik kemajuan teknologi ini, Bapak Aswin Suharsono juga menyoroti beberapa pertanyaan etis yang krusial untuk diperhatikan, seperti Isu netralitas platform Al dan keamanan data pribadi pengguna menjadi fokus utama dalam diskusi. Pertanyaan-pertanyaan seperti sejauh mana platform Al dapat benar-benar netral dan bagaimana keamanan data pribadi pengguna dapat dijamin, baik yang dikumpulkan secara sadar maupun tidak, menjadi bahan pertimbangan penting dalam implementasi Al di bidang informasi.
Kegiatan Dialektika yang membahas etika penggunaan Artificial Intelligence (AI) dalam profesi informasi, khususnya di bidang perpustakaan dan rekrutmen, menghasilkan pemahaman yang mendalam tentang tantangan dan peluang yang dihadirkan oleh teknologi ini. Hasil diskusi menunjukkan bahwa, meskipun Al menawarkan efisiensi dan akurasi yang tinggi, penggunaannya harus diimbangi dengan pertimbangan etika yang matang. Peserta menyoroti pentingnya. membangun kepercayaan pengguna melalui transparansi, melindungi privasi data, dan memastikan bahwa algoritma Al tidak mengandung bias. Studi kasus mengenai rekrutmen Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) yang menggunakan sistem berbasis Al menjadi titik fokus diskusi, di mana peserta menyarankan berbagai solusi untuk mengatasi kekhawatiran calon anggota terkait keamanan data dan keadilan proses seleksi. Sebagai berikut:
- Meningkatkan Transparansi dalam Sistem AI. Mengembangkan kebijakan yang jelas mengenai cara kerja AI, termasuk pengumpulan, analisis, dan penggunaan data, untuk membangun kepercayaan pengguna.
- Memperketat Perlindungan Data Pribadi. Menerapkan langkah-langkah keamanan data yang ketat, seperti enkripsi data, izin pengguna yang eksplisit, dan audit berkala terhadap sistem, guna mencegah penyalahgunaan data pribadi.
- Mengurangi Bias pada Algoritma AI. Melakukan evaluasi dan pengujian rutin terhadap algoritma AI untuk mendeteksi dan menghilangkan bias, memastikan keputusan yang dihasilkan oleh sistem AI adil dan inklusif.
- Mengedepankan Etika dalam Pengembangan AI. Mengintegrasikan prinsip-prinsip etika dalam proses desain dan pengembangan AI, dengan melibatkan ahli etika, pengguna, dan pemangku kepentingan lainnya untuk menjaga keseimbangan antara efisiensi dan tanggung jawab sosial.
- Memberikan Edukasi kepada Pengguna dan Pengembang. Mengadakan pelatihan dan diskusi reguler untuk meningkatkan kesadaran pengguna dan pengembang tentang isu-isu etika yang terkait dengan penggunaan AI, sehingga mereka dapat membuat keputusan yang lebih bijaksana dan bertanggung jawab.
Secara keseluruhan, kegiatan ini berhasil menyadarkan peserta akan pentingnya etika dalam pengembangan dan penerapan Al, serta mendorong mereka untuk menjadi pengguna Al yang bertanggung jawab.