CAKRA 2025

CAKRA (Cerita dan Arahan Beasiswa)

Bridging Dreams and Opportunities Through Scholarships

CAKRA (Cerita dan Arahan Beasiswa) merupakan program kerja dari Divisi Advokasi, Departemen Interaksi Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan (HMPIP), Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Program ini merupakan kegiatan sharing informasi yang dihadiri oleh mahasiswa Ilmu Perpustakaan dari angkatan 2023 – 2025 yang dengan antusias ingin mengetahui lebih dalam mengenai berbagai peluang beasiswa, baik di lingkup internal Universitas Brawijaya maupun skala nasional. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk memberikan pemahaman yang lebih luas mengenai jenis-jenis beasiswa, proses seleksi, serta strategi persiapan yang dapat dilakukan mahasiswa sejak dini.

Pada kesempatan kali ini, CAKRA (Cerita dan Arahan Beasiswa) mengusung tema “Bridging Dreams and Opportunities Through Scholarships” mengandung makna bahwa beasiswa berperan sebagai penghubung yang membantu mahasiswa atau penerima beasiswa dalam mewujudkan mimpi mereka (seperti melanjutkan pendidikan, mengembangkan diri, atau meraih cita-cita) sekaligus mendapatkan kesempatan nyata (akses pendidikan, pengalaman baru, atau peluang karier). 

CAKRA (Cerita dan Arahan Beasiswa) ini diselenggarakan secara luring bertempat di Aula Gedung E Lantai 10 FIA UB dengan mengusung tema “Bridging Dreams and Opportunities Through Scholarships”. Kegiatan ini telah sukses dilaksanakan pada hari Minggu, 7 September 2025 pukul 14.00 sampai 17.10 WIB. Acara ini dihadiri oleh 50 peserta dan menghadirkan dua pemateri dari pihak Pertamina Foundation dan penerima beasiswa Unggulan Kemendikbud. Rangkaian kegiatan diawali dengan pembukaan oleh MC, dilanjutkan dengan sambutan serta pemaparan oleh masing-masing narasumber. 

Gambar 1. Pemaparan Materi 1 oleh Presiden Direktur Pertamina Foundation.

Pemateri pertama dari Pertamina Foundation, yaitu Bapak Agus Mashud S. Asngari menyampaikan secara komprehensif mengenai Beasiswa Sobat Bumi yang tidak hanya memberikan bantuan finansial, tetapi juga menekankan pembentukan karakter, kepemimpinan, serta kepedulian terhadap isu sosial dan lingkungan. Program ini diharapkan mampu melahirkan generasi muda yang membawa dampak positif, bahkan hingga mendirikan fasilitas seperti perpustakaan di daerah terpencil. Pemateri menekankan bahwa mahasiswa semester enam maupun delapan masih berkesempatan mendaftar selama memenuhi syarat, dengan komposisi penerima 70% dari keluarga kurang mampu dan 30% dari mahasiswa berprestasi tinggi. Beasiswa ini selaras dengan visi Pertamina Foundation untuk menjadikan pendidikan sebagai alat pemutus rantai kemiskinan.

Selain itu, pemateri menjelaskan lima strategi utama dalam meraih beasiswa, yaitu identifikasi, dream, enterprise, achievement, dan learning. Pendekatan ini mendorong mahasiswa untuk mengenali diri, memiliki mimpi besar, menyusun rencana, mencetak prestasi nyata, serta terus belajar dari pengalaman. Nilai tambah akan diberikan bagi mahasiswa yang memiliki proyek berbasis kebutuhan masyarakat, seperti perpustakaan digital, akses literasi untuk disabilitas, atau inovasi lokal berdampak luas. Dengan menekankan profesionalisme, rencana hidup yang terarah, serta kontribusi nyata, pemateri memberikan gambaran bahwa Beasiswa Sobat Bumi bukan sekadar bantuan finansial, melainkan sarana mencetak pemimpin muda yang visioner dan bermanfaat bagi masyarakat. 

Sesi berikutnya dilanjutkan dengan tanya jawab yang berlangsung interaktif, di mana peserta antusias menyampaikan pertanyaan seputar mekanisme dan pengalaman penerima Beasiswa Sobat Bumi. Setelah itu, dilakukan prosesi penyerahan vandel dan sertifikat sebagai bentuk apresiasi kepada pemateri atas ilmu dan inspirasi yang telah dibagikan.

Gambar 2. Penyerahan Sertifikat

Gambar 3. Pemaparan Materi 2 oleh Penerima Beasiswa Unggulan Kemendikbud

Pemateri kedua yaitu Kak Putrianti Adinda Salsabila merupakan penerima beasiswa Unggulan Kemendikbud, membuka pemaparannya dengan menekankan pentingnya pendidikan sebagai faktor utama peningkatan Human Development Index (HDI) di Indonesia. Ia menyoroti rendahnya persentase masyarakat yang menempuh pendidikan tinggi, sehingga beasiswa memiliki peran strategis dalam memperluas akses. Beasiswa menurutnya tidak hanya meringankan beban finansial, tetapi juga membantu mengurangi tekanan emosional mahasiswa, sehingga mereka lebih percaya diri untuk mengembangkan diri, membangun relasi, serta aktif mengikuti berbagai pelatihan dan networking. Ia juga mendorong peserta untuk mencatat jenis-jenis beasiswa yang sesuai kebutuhan, sekaligus mempersiapkan diri lebih awal agar proses pendaftaran berjalan maksimal.

Lebih lanjut, Kak Putri menekankan pentingnya rasa percaya diri saat mendaftar beasiswa, namun tetap memberikan ruang untuk menerima kegagalan sebagai bagian dari proses belajar. Berdasarkan pengalamannya sebagai penerima Beasiswa Unggulan Kemendikbud Ristek, ia memaparkan syarat, manfaat, serta tahapan pendaftaran beasiswa tersebut yang mencakup bantuan penuh biaya pendidikan, biaya hidup, tunjangan buku, hingga akses forum nasional dan pelatihan akademik. Ia juga membagikan tips agar lolos seleksi, mulai dari melakukan riset mendalam, mengenali potensi diri, menetapkan tujuan yang terukur, hingga menyusun esai yang sesuai tema serta mencerminkan kontribusi nyata. Pesan utama yang disampaikan adalah bahwa persiapan matang, konsistensi, dan keberanian untuk mencoba menjadi kunci dalam meraih kesempatan beasiswa.

Setelah pemaparan materi dari Kak Putri, acara berlanjut ke sesi tanya jawab yang berlangsung hangat dan interaktif, di mana peserta antusias menggali informasi lebih dalam mengenai tips dan pengalaman terkait beasiswa. Selanjutnya, dilakukan penyerahan sertifikat sebagai bentuk apresiasi kepada pemateri atas kontribusi dan inspirasi yang diberikan.

Gambar 4. Penyerahan Sertifikat

Tak terasa waktu pun berlalu begitu cepat, sehingga acara Cerita dan Arahan Beasiswa sudah di penghujung acara. Acara ini diakhiri dengan penutupan oleh MC dengan mengucapkan terima kasih kepada peserta atas partisipasinya. Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama, yang menjadi momen kebersamaan sekaligus penutup yang berkesan dari rangkaian acara.

Gambar 5. Dokumentasi bersama

Dengan adanya kegiatan ini, mahasiswa Ilmu Perpustakaan dapat semakin terbuka wawasannya, memiliki persiapan yang matang, serta terdorong untuk aktif mengembangkan diri agar mampu bersaing dalam memperoleh beasiswa, baik di tingkat universitas maupun nasional. Dengan demikian, kesempatan untuk melanjutkan pendidikan dengan dukungan beasiswa dapat menjadi jembatan nyata bagi mahasiswa dalam meraih impian sekaligus membuka peluang yang lebih luas di masa depan.