PELITA (Program Literasi Orang Tua dan Anak) 2025
“Parenting with Heart: Building Strong Character with Love and Emotional Awareness”
Heart to Heart Communication: Active Listening and Empathetic Responding
Gambar 1 Sesi Penyampaian Materi
PELITA (Program Literasi Orang Tua dan Anak) 2025 merupakan salah satu program kerja dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan (HMPIP) Fakultas Ilmu Administrasi Universitas Brawijaya, yang telah sukses diselenggarakan. Program ini bertujuan membekali orang tua dengan keterampilan dan kesadaran emosional yang diperlukan, sehingga mereka mampu menciptakan lingkungan rumah yang suportif, mendorong kebiasaan membaca, dan secara efektif mendampingi anak dalam membangun karakter yang kuat dan keterampilan literasi yang berkelanjutan. Selain itu, kegiatan ini juga memberikan workshop kepada siswa-siswi kelas 5 SDN Torongrejo 3 mengenai cara mengelola emosi dengan bijak serta menumbuhkan sikap positif dalam berinteraksi dengan teman maupun orang tua.
PELITA 2025 kali ini berlangsung pada Rabu, 3 September 2025, di SDN Torongrejo 3 Kota Batu sebagai fokus program. Dengan mengusung tema “Parenting with Heart: Building Strong Character with Love and Emotional Awareness” acara ini didasari keyakinan mendalam bahwa pola asuh yang dijalankan dengan hati, penuh cinta, dan kesadaran emosional adalah fondasi utama dalam pembentukan karakter anak. Melalui pendekatan yang mengutamakan kasih sayang dan pemahaman yang mendalam terhadap dunia emosi anak, kami berharap orang tua dapat membekali anak-anak mereka agar tumbuh menjadi pribadi yang tangguh, berempati, dan memiliki ketahanan untuk menghadapi berbagai tantangan hidup di masa depan. Tema ini menekankan peran sentral orang tua sebagai mentor emosional bagi anak.
Persiapan kegiatan PELITA 2025 dimulai pada pukul 08.00 WIB di ruang kelas 6 dan perpustakaan SDN Torongrejo 3. Dengan persiapan yang matang dan profesional, panitia memastikan seluruh kebutuhan acara telah dipersiapkan dengan baik, mulai dari penataan hingga pemeriksaan teknis. Pada pukul 09.15 WIB acara telah resmi dibuka oleh Dhiniel Hadi Sutopo selaku MC (Master of Ceremony) dengan memberikan sapaan kepada Kepala SDN Torongrejo 3 Ibu Tutik Yuliana, M.Pd, pemateri dari Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, Pengendalian Penduduk, dan Keluarga Berencana (DP3AP2KB) yaitu Ibu Lovita Siregar, S.Psi, serta seluruh peserta PELITA yang telah hadir. Acara dilanjutkan dengan pembacaan doa yang dipandu oleh MC.
Setelah sesi pembukaan, acara berlanjut dengan sambutan dari pihak-pihak yang berperan penting dalam terselenggaranya kegiatan ini. Sambutan pertama disampaikan oleh saudari Azzahra Kanaya selaku Ketua Pelaksana PELITA (Program Literasi Orang Tua dan Anak) 2025, Saudari Naya menyampaikan rasa terima kasih atas antusiasme peserta serta pesan dan harapan agar materi yang akan diberikan dapat menjadi bekal untuk bapak/ibu wali murid SDN Torongrejo 3 Kota Batu. Kemudian, sambutan dilanjutkan oleh Wakil Ketua Umum HMPIP FIA UB 2025 saudara Arief Padhilah Wismar, ia menekankan betapa pentingnya untuk membuka diri menerima ilmu dan pandangan baru serta berharap agar materi yang akan disampaikan nantinya bisa berguna bagi bapak/ibu wali murid SDN Torongrejo 3. Selanjutnya, sambutan diberikan oleh Kepala SDN Torongrejo 3 Kota Batu. Beliau berpesan agar bapak/ibu wali murid dapat memperhatikan dan mengikuti acara dari awal hingga akhir agar ilmu yang diberikan dapat bermanfaat.
Memasuki kegiatan inti pada pukul 09.45 WIB, acara dilanjutkan dengan sesi pemaparan materi yang disampaikan oleh Ibu Lovita Siregar, S.Psi, beliau menyampaikan pendekatan pengasuhan yang berlandaskan kasih sayang, menekankan pentingnya cinta dan kehangatan emosional untuk memperkuat ikatan orang tua dan anak. Materi ini juga membahas strategi komunikasi efektif dan kiat praktis dalam membentuk karakter anak yang kuat. Selain itu, fokus utama lainnya adalah kesadaran emosional, dimana orang tua dibekali pengetahuan untuk mengenali dan mengelola emosi diri sendiri, serta cara membantu anak mengenali, memahami, dan mengekspresikan emosi mereka secara sehat, sehingga mampu menciptakan lingkungan rumah yang aman dan suportif untuk perkembangan mental dan karakter anak. Setelah penyampaian materi yang begitu informatif dari Ibu Lovita, acara kemudian dilanjutkan dengan sesi tanya jawab. Pada sesi ini, para bapak/ibu wali murid SDN Torongrejo 3 diberikan kesempatan untuk menyampaikan pertanyaan, rasa ingin tahu, maupun tanggapan mereka terkait pola asuh anak.
Beberapa peserta mengajukan pertanyaan seputar cara memberikan nasihat maupun teguran terhadap perilaku anak yang salah, ada pula yang menanyakan mengenai cara menjaga privasi anak mereka tetapi tetap dapat mengawasi aktivitas sosial media mereka agar tidak terjerumus ke hal-hal negatif, serta adapun yang bertanya mengenai solusi-solusi dari masalah yang mereka hadapi pada keluarga kecil mereka.
Bersamaan dengan penyampaian materi kepada bapak/ibu wali murid, para siswa-siswi mengikuti sesi workshop dengan mencurahkan isi hati mereka melalui beberapa pertanyaan reflektif. Mereka diajak berbagi tentang momen yang membuat mereka bahagia, siapa yang paling sering mendengarkan cerita mereka, serta menyampaikan pesan, kesan, dan harapan kepada orang yang paling mereka sayangi. Kegiatan ini menjadi momen yang menyentuh karena banyak siswa yang terbuka menyampaikan perasaannya. Curahan hati mereka tersebut dibawa pulang dan diberikan kepada orang yang mereka sayang dan cintai. Setelah itu, siswa-siswi diajak bermain bersama dengan penuh semangat dan kegembiraan. Permainan yang dilakukan membuat mereka lebih kompak dan senang. Di akhir sesi, para siswa-siswi juga mendapatkan snack sebagai bentuk apresiasi.
Gambar 2 Sesi Dokumentasi Bersama Orang Tua/Wali Murid
Gambar 3 Sesi Dokumentasi Bersama Siswa-siswi
Selanjutnya, sesi dokumentasi dilakukan bersama dengan seluruh peserta untuk mengabadikan momen keseruan, semangat dan kebersamaan dalam kegiatan PELITA 2025. Menjelang akhir kegiatan, Saudara Dhiniel Hadi Sutopo selaku MC menyampaikan ucapan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada seluruh bapak/ibu wali murid SDN Torongrejo 3 Kota Batu atas partisipasi aktif dan antusiasme yang ditunjukkan selama berlangsungnya kegiatan.
Dalam penutupannya, saudara Dhiniel menyampaikan harapan agar kegiatan Program Literasi Orang Tua dan Anak 2025 ini tidak hanya menjadi pengalaman sesaat, melainkan juga memberikan manfaat nyata bagi para peserta. Harapannya, dengan diadakannya program kerja ini dapat membekali bapak/ibu wali murid dengan pengetahuan dan keterampilan praktis untuk mempraktikkan “Parenting with Heart” (pengasuhan berbasis kasih sayang), bukan hanya aturan. Serta berharap agar bapak/ibu wali murid dapat meningkatkan kesadaran emosional mereka sendiri, sehingga mampu menjadi model peran yang efektif sekaligus mengajarkan anak cara mengenali, memahami, dan mengekspresikan emosi secara sehat.


