AADK (ADA APA DENGAN KARIR)
“From Campus To Career: Real Steps Not Just Discourse”
AADK (ADA APA DENGAN KARIR) merupakan kegiatan dari Himpunan Mahasiswa Program Studi Ilmu Perpustakaan (HMPIP), Fakultas Ilmu Administrasi (FIA), Universitas Brawijaya (UB). Program ini dirancang sebagai respons terhadap situasi global dan nasional, khususnya tuntutan kompetensi di era industri 4.0, yang mengharuskan lulusan memiliki kesiapan karir yang matang dan kompleks.
Kegiatan ini mengusung tema utama: “From Campus To Career: Real Steps Not Just Discourse,” yang berarti langkah nyata, bukan sekadar wacana. AADK berorientasi pada pembekalan wawasan dan langkah konkret agar lulusan siap menavigasi masa depannya di tengah persaingan kerja.
Kegiatan AADK ini dilaksanakan pada hari Minggu, 14 September 2025, mulai pukul 09.00 – 12.36 WIB secara daring menggunakan platform Zoom Meeting. Acara ini diselenggarakan oleh Himpunan Mahasiswa Prodi Ilmu Perpustakaan, Fakultas Ilmu Administrasi, Universitas Brawijaya. Peserta yang hadir terdiri dari 100 peserta, 8 panitia, 3 Steering Committee, dan 2 Pemateri.
Tujuan utama dari AADK adalah Memberikan edukasi mengenai persiapan karir dan berbagi pengalaman kepada lulusan Ilmu Perpustakaan mengenai dunia kerja setelah kuliah dan Membekali peserta dengan pengetahuan praktis dalam mempersiapkan aplikasi kerja (seperti pembuatan CV yang efektif).
Gambar 1. Sesi Doa Bersama oleh Latifah Kurota Akyunina.
Acara dimulai oleh pembawa acara, Latifah Kurota Akyunina, yang memandu doa bersama sebagai wujud rasa syukur. Selanjutnya, sambutan dari Ketua Pelaksana acara POLARIS, Wakil Ketua Umum HMPIP 2025, dan sambutan oleh ketua program studi ilmu perpustakaan menegaskan pentingnya kegiatan ini sebagai wadah belajar sekaligus persiapan dunia kerja.
Memasuki acara inti, tepat pukul 09.30 WIB, pemaparan materi pertama disampaikan oleh Muhammad Taufik Nurfaiz. Pada presentasinya yang berjudul “Ada Apa Dengan Karir”, Muhammad Taufik Nurfaiz memperkenalkan dirinya sebagai seorang Arsiparis di Kantor Perwakilan Bank Indonesia Malang yang merupakan lulusan D3 Perpustakaan dan Arsip dari Universitas Brawijaya. Pemateri menekankan bahwa ilmu perpustakaan dan kearsipan sangat relevan bagi mahasiswa dan alumni untuk berkarier di institusi seperti Bl, menegaskan bahwa bidang ini tidak terbatas pada perpustakaan konvensional saja. Untuk bisa masuk dan berkarir di Bl, diperlukan kombinasi keterampilan teknis (hard skills) seperti penguasaan standar kearsipan, keterampilan non-teknis (soft skills) seperti komunikasi dan integritas, serta kemampuan adaptasi yang tinggi terhadap perkembangan teknologi dan regulasi.
Gambar 2. Penyampaian Materi oleh Muhammad Taufik Nurfaiz.
Pemateri juga menjelaskan tanggung jawab dalam pemeliharaan Sentral Khazanah Arsip (SKA), yang merupakan pusat penyimpanan arsip-arsip penting dan bernilai sejarah BI. Pemeliharaan ini melibatkan tindakan preservasi yang ketat, seperti membersihkan ruangan secara berkala, melindungi arsip dari sinar matahari langsung, serta menjaga suhu ruangan tetap pada kisaran 18°C – 22°C dan kelembaban 50% – 70% RH untuk memastikan keawetan fisik arsip. Di samping tugas teknis tersebut, peran arsiparis juga sebagai penyedia layanan informasi yang menjadi jembatan antara pegawai dengan informasi yang mereka butuhkan untuk pengambilan keputusan.
Pukul 10.00 mulai membuka sesi QnA yang dipandu oleh moderator untuk membacakan pertanyaan yang diajukan oleh peserta lewat komentar zoom. pada sesi materi 1 terdapat 5 pertanyaan yang diajukan oleh peserta dan sesi QnA berakhir pada pukul 10.25 dilanjut sesi dokumentasi serta pemberian sertifikat secara daring yang dilakukan oleh panitia yang bertugas.
Tepat pukul 10.30 WIB, pemaparan materi kedua disampaikan oleh Khoritul Khayat Nurfaiz. Beliau menyampaikan bahwa dirinya belajar di bidang Perpustakaan dan Informasi di FIA UB. Selama perkuliahan, beliau aktif sebagai volunteer dan mendirikan Yayasan Gerak Muda Selaras Indonesia serta Melocal. Selain itu, beliau juga pernah terlibat dalam organisasi seperti BEM FIA, HUMANISTIK, dan HMPIP. Saat ini, beliau bekerja sebagai Trade Marketing di sebuah perusahaan FMCG.
Pemateri kemudian membahas topik utama mengenai karir, yang didefinisikan sebagai perkembangan dan kemajuan dalam kehidupan, pekerjaan, jabatan, atau aspek lainnya. Karir juga dipandang sebagai pekerjaan yang memberikan harapan untuk maju. Beliau menyoroti bahwa banyak orang mudah bercerita tentang pengalaman mereka tetapi sering kesulitan ketika diminta untuk menuliskannya secara profesional.
Pemateri menekankan pentingnya dokumentasi yang baik, yang merupakan kolaborasi antara pengetahuan tacit (yang tersimpan dalam pikiran) dan explicit (yang telah didokumentasikan). Untuk itu, beliau memperkenalkan metode penulisan STAR sebagai cara untuk mendokumentasikan cerita pengalaman secara profesional. Metode STAR terdiri dari empat elemen: Situation (menulis posisi dan situasi dalam jangka waktu tertentu), Task (menulis tugas yang diberikan pada posisi tersebut), Action (menulis langkah-langkah yang dilakukan untuk menjalankan tugas), dan Result (menulis hasil yang terukur dari tindakan yang dilakukan).
Pemateri juga menjelaskan ciri-ciri CV yang profesional, yaitu mudah dipahami oleh siapa saja, sesuai dengan standar Application Tracking System (ATS), dan berorientasi pada dampak yang terukur. CV yang baik harus memuat identitas dan kontak, ringkasan singkat tentang pengalaman dan aspirasi, latar belakang pendidikan beserta IPK dan pencapaian, pengalaman kerja (termasuk perusahaan, posisi, dan durasi), pengalaman organisasi (organisasi, posisi, durasi), serta informasi tambahan seperti hard skill dan soft skill yang dimiliki.
Acara dilanjut penutupan sesi Q&A dan memulai dokumentasi penyerahan sertifikat. Sertifikat ini bentuk penghargaan dan penghormatan karena sudah bersedia menjadi pemateri hari ini. Setelah sesi dokumentasi penyerahan sertifikat pemateri di lanjut dengan sesi dokumentasi peserta yang dipandu dengan MC dan sekaligus memberikan statement penutupan acara AADK hari ini.
Gambar 4. Sesi Dokumentasi Peserta.



